Ilmu
pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dimulaikan dengan meletakkan ilmu
pendidikan dalam sistematika ilmu pengetahuan. Menurut sistemnya,
ilmu pengetahuan dibedakan sebagai berikut :
1.
Ilmu-ilmu Murni : berdiri sendiri lepas dari pada ilmu pengalaman
(empiris). Contoh; Matematika
2. Ilmu-Ilmu
Pengalaman (Empiris) : diperoleh berdasarkan pengalaman. Jadi
objeknya adalah gejala-gejala kehidupan, baik yang Nampak ataupun
yang tidak Nampak.
Ilmu pendidikan termasuk ilmu pengetahuan
empiris yang diangkat dari pengalaman pendidikan, kemudian disusun
secara teoritis untuk digunakan secara praktis. Dengan menempatkan
kedudukan ilmu pendidikan di dalam sistematika ilmu pengetahuan, maka
uraian selanjutnya adalah ilmu pendidikan sebagai Ilmu Normatif dan
Ilmu pendidikan sebagai Ilmu Teoritis dan Praktis.
1.
Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Normatif
Sebagai ilmu
pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah atau pedoman
atau ukuran tingkah laku manusia. Sesuatu yang normatif berarti
berbicara masalah baik atau buruk dari perilaku manusia. Ilmu
Pendidikan merumuskan peraturan-peraturan tentang bertingkah laku
manusia untuk mencapai keteraturan hidup.Keteraturan hidup akan
menjamin kelangsungan keeratan (kohesi)antarmanusia (hubungan sosial
manusia).
Ilmu pendidikan itu selalu berurusan dengan soal
siapakah “manusia” itu. Pembahasan mengenai siapakah manusia itu
biasanya termasuk bidang filsafat, yaitu filsafat antropologi.
Pandangan filsafat tentang manusia sangat besar pengaruhnya terhadap
konsep serta praktik-praktik pendidikan. Karena pandangan filsafat
itu menentukan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh seorang
pendidik atau suatu bangsa yang melakukan pendidikan.
Nilai yang
dijunjung tinggi ini dijadikan norma untuk menentukan ciri-ciri
manusia yang ingin dicapai melalui praktik pendidikan. Nilai-nilai
tidak diperoleh hanya dari praktik dan pengalaman mendidik, tetapi
secara normative bersumber dari norma masyarakat, norma filsafat dan
pandangan hidup, malah dari keyakinan keagamaan yang dianut oleh
seseorang.
Karena Ilmu Pendidikan bersifat normatif berarti pula
bersifat praktis karena ilmu pendidikan sebagai bahan ajar yang patut
diterapkan sehingga pendidik bertugas menanamkan sistem-sistem norma
bertingkah laku manusia yang dibanggakan, dihormati, dan dijunjung
tinggi oleh masyarakat.
2.
Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu yang Bersifat Teoritis dan Praktis
Ilmu
Pendidikan termasuk pengetahuan normatif karena berkaitan erat dengan
pandangan tentang manusia, nilai dan norma hidup yangmembentuk
keperibadian manusia (anak didik).
Ilmu Pendidikan bersifat
teoritis dan praktis karena berkaitan dengan strategi tindakan
mendidik atau praktek mendidik
Dalam ilmu mendidik teoritis para
cerdik pandai mengatur dan mensistemkan di dalam swapikirnya masalah
yang tersusun sebagai pola pemikiran pendidikan. Jadi dari
praktik-praktik pendidikan disusun pemikiran-pemikiran secara
teoritis. Pemikiran-pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam satu
sistem pendidikan yang biasa disebut Ilmu Mendidik Teoritis.
Terdapat
hubungan antara ilmu mendidik teoritis, sistematiss dan histories.
Apa sajakah yang dapat disumbangkan sejarah pendidikan bagi teori
pendidikan maupun praktik pendidikan?. Meskipun ilmu mendidik
sistematis mendahului ilmu mendidik histories, akan tetapi ilmu
mendidik histories juga memberikan bantuan dan memperkaya ilmu
mendidik sistematis.
Selanjutnya adalah bagaimana hubungan antara
ilmu mendidik histories dan ilmu mendidik praktis. Seorang maha guru
ilmu mendidik JM. Guning berkata : teori tanpa praktek adalah baik
pada human cerdik cendikiawan dan praktek tanpa teori hanya terdapat
pada orang gila dan penjahat – penjahat namun alangkah lebih
sempurnanya ilmu pendidikan itu dilakukan dengan cara teori dan
praktek secara bersama-sama.
Untuk lebih memahami bahwa ilmu
pendidikan itu adalah yang memerlukan pemikiran yang teoritis ,
adalah bahwa setiap pendidik memerlukan kritik- kritik sumbangan
pemikiran dari para ahli/ orang lain, ia dapat belajar dari
catatan-catatan kritik saran dari orang lain, yang pada akhirnya
dapat dikatakan bahwa ia belajar berdasarkan teori.